Sastra Lestari Bali berfokus pada pembelajaran dan pelestarian berbagai warisan pengetahuan Nusantara, khususnya Sastra Jawa Kuno, Jawa Kawi, Aksara Bali Kuno (Modre), serta Aksara Tradisional (Wreastra). Pembelajaran juga mencakup pemahaman terhadap mantra dan pembacaan serta bedah lontar sebagai bagian dari upaya menggali pengetahuan, nilai filosofi, dan warisan spiritual yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, Sastra Lestari Bali mempelajari Yantra sebagai simbol-simbol suci dan sakral yang memiliki makna dalam tradisi pengetahuan Nusantara. Pembelajaran juga mencakup Tantra Bhairawa Nusantara, khususnya pemahaman mengenai penyatuan suara dan gerak, serta pembelajaran tentang Sang Catur Sanak (Kanda Pat) sebagai bagian dari warisan pengetahuan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui proses pembelajaran, pengkajian, dan pendalaman tersebut, Sastra Lestari Bali berupaya menjaga agar pengetahuan yang terkandung dalam sastra, lontar, aksara, mantra, simbol sakral, serta tradisi Nusantara tetap dipahami dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Setiap warisan pengetahuan dipelajari sebagai bagian dari kekayaan intelektual, budaya, filosofi, dan spiritual Nusantara.
Dengan semangat pelestarian budaya, Sastra Lestari Bali menjadi ruang untuk mempelajari, memahami, mendokumentasikan, dan meneruskan warisan pengetahuan leluhur secara berkelanjutan. Melalui pembelajaran tersebut, kekayaan Sastra Jawa Kuno, Jawa Kawi, Aksara Bali Kuno (Modre), Aksara Tradisional (Wreastra), mantra, lontar, Yantra, Tantra Bhairawa Nusantara, serta Sang Catur Sanak (Kanda Pat) diharapkan tetap hidup, dipahami, dan dikenal oleh generasi masa kini dan mendatang.